Body Shaming Bisa Sebabkan Gangguan Mental, Mulai dari Gangguan Makan hingga Depresi, Ini 5 Cara Mengatasinya

TEMPO.CO, JakartaCelaan fisik atau komentar negatif tentang tubuh seseorang bisa dialami oleh siapa saja dan dimana saja. Komentar negatif bisa berupa bentuk tubuh, berat badan, umur, gaya rambut, pakaian dan apapun yang berhubungan dengan tubuh dan apa yang dikenakan setiap orang.

Komentar negatif terhadap seseorang akan menimbulkan masalah bagi korbannya. Laporan dari sangat baikmind.com A helpguide.org, celaan fisik Hal ini dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi korbannya. Berikut ini adalah efek samping yang berpotensi terjadi akibat paparan body shaming

1. Harga diri rendah

Korban akan merasa rendah diri karena komentar-komentar negatif terhadap tubuhnya dan akan merasa tidak berharga terhadap kondisi tubuhnya

2. Gangguan makan

Komentar negatif akan membuat penerimanya merasa negatif terhadap tubuhnya. Itu menyebabkan gangguan Makan saya suka itu anoreksia, bulimiaatau makan berlebihan (makan terus menerus tanpa bisa kenyang).

Gangguan makan yang terjadi disebabkan oleh penerimanya yang merasa tubuhnya tidak berharga atau kurang kurus dan lain sebagainya. Dia kemudian melakukan diet ketat yang tidak sehat dengan tidak makan, membuang makanan, atau berolahraga terlalu keras.

3. BDD atau gangguan dismorfik tubuh

Penerima komentar negatif akan merasa malu pada dirinya sendiri dan terobsesi menyembunyikan kekurangan tubuhnya. Dalam kasus ekstrim, seseorang bisa saja melukai dirinya sendiri karena merasa malu dan ingin menutupi kekurangan tubuhnya.

4. Kecemasan dan depresi

Komentar negatif mempengaruhi perasaan orang lain. Ketika ia malu dengan tubuhnya, ia akan terus memikirkan kekurangannya, bagaimana cara menutupinya, apa yang harus dilakukan, hingga akhirnya ia menutup diri dari lingkungan sekitarnya.

Lalu bila terlalu tertutup maka akan beresiko besar depresi A kecemasan. Sekalipun penerima komentar negatif tersebut menutup diri, mereka akan terus menganggap tubuhnya tidak baik hingga akhirnya berpikir bahwa dirinya tidak berharga sebagai manusia.

READ  Pemasaran Digital Terpadu Di Mataram Milenial

Ubah komentar negatif menjadi komentar positif

Untuk menghindari stres dan depresi sebagai akibatnya celaan fisik, kita bisa mulai bereaksi positif. Laporan dari helpguide.orgberikut cara memperbaikinya

1. Cintai dirimu sendiri

Dimulai dengan mengatakan tidak pada komentar yang tidak mewakili Anda. Cobalah bersikap baik pada diri sendiri dan pahami. Bila perlu, banyak bicara dengan orang terdekat mengenai masalah yang Anda alami.

2. Berhenti membicarakan diri sendiri secara negatif

Jangan ulangi komentar negatif yang diterima. Cobalah untuk menerima tubuh Anda dan bangga karenanya. Saat Anda bercermin, fokuslah pada kekuatan Anda dan katakan hal-hal positif pada tubuh Anda

3. Kontrol penggunaan media sosial Anda

Media sosial adalah kontributornya celaan fisik yang terbilang cukup besar karena pengguna bebas berkomentar apapun di akun siapapun. Untuk menguranginya, lakukan aktivitas fisik yang menenangkan pikiran atau mengobrol dengan orang sekitar

4. Berteman dengan makanan

Jangan jadikan makanan yang ingin Anda makan sebagai musuh Anda. Beberapa orang yang dicap gemuk merasa makanan berdampak buruk bagi tubuh. Jadi, yang bisa Anda lakukan adalah mencoba fokus pada makanan yang Anda makan. Kemudian jelajahi rasa makanannya dan ingatlah bahwa makanan enak itu baik untuk tubuh

5. Jangan malu untuk meminta nasihat

Jika Anda tidak bisa mengatasi stres yang diakibatkannya celaan fisik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog dan psikiater. Mereka akan membantu mengungkap masalah yang membebani pikiran Anda.

Pilihan Redaksi: Wanita Lebih Sering Alami Poin Malu, Apa Batasannya?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *